Saat usia memasuki remaja, mungkin penanaman pengetahuan dasar tentang gender (karakteristik) laki-laki dan perempuan mulai memasuki pemahaman yang lebih mendalam, misalnya saja dari perbedaan biologis laki-laki dan perempuan yang jelas nyata. Secara naluriah, pertumbuhan dan perkembangan tubuh perempuan dipersiapkan sebagai figure yang akan mengandung calon individu baru, melahirkan, dan menyusui. Berbeda dengan laki-laki yang secara naluiah berkembang dan tumbuh untuh menjadi figure pencari nafkah yang tangguh. Pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi laki-laki dan perempuan terdapat perbedaan dalam masalah waktu. Masa remaja perempuan diawali pada usia antara 11-19 tahun, sedangkan laki-laki diawali pada usia 13-21 tahun. Secara seksual perempuan lebih dahulu mengalami kematangan daripada laki-laki. Pada perempuan, fungsi alat-alat reproduksi memiliki jangka aktivitas waktu tertentu, sedangkan pada laki-laki tidak. Perempuan pada usia 48-50 tahun akan mengalami masa menopause yaitu tidak berproduksinya sel telur yang ditandai dengan tidak berfungsinya organ ovarium (indung telur). Sehingga pada masa tersebut perempuan tidak lagi bisa menghasilkan keturunan.

Dari segi psikologis, laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang tercermin dalam pola piker dan emosi yang berbeda. Laki-laki cenderung tumbuh dan membentuk kepribadian yang ekstrovert (terbuka dan apa adanya), sedangkan perempuan cenderung tumbuh membentuk kepribadian yang sebaliknya, yaitu introvert (tertutup dan penuh rahasia). Perbedaan tipe kepribadian ini yang mempengaruh, laki-laki cenderung memiliki emosi yang kuat dan meledak-ledak, sedangkan perempuan memiliki kemampuan menahan diri, lembut dan halus. Pola piker laki-laki pun umumnya rasional yang mengandalkan pikiran atau logika, sedangkan perempuan cara pikirnya menggunakan cara piker irasional yang lebih mengedepankan perasaan daripada logika.