Esensi Manajemen Strategi di Dunia Pemasaran

Manajemen strategi dalam bidang pemasaran tergantung pada pemasaran suatu perusahaan itu sendiri diluar dari fungsi manajemen strategi pemasaran, dimana perusahaan tersebut mampu mempertahankan dan mengembangkan integritas perusahaan dimata para pelanggan. Hal ini tercermin dari bagaimana strategi rencana suatu perusahaan dalam jangka panjang atau rencana kedepannya. Dalam dunia pemasaran tidak luput dari persaingan bisnis yang menjadi tolak ukur suatu perusahaan, apakah perusahaan tersebut dapat berkembang dengan inovasi-inovasi ilmu manajemen yang dimiliki atau sebaliknya, terpaku dengan potensi lama yang dimiliki. Rencana-rencana yang dibuat harus relevan dan sesuai dengan realita dalam perkembangan bisnis didunia pemasaran.

Esensi manajemen strategi dalam dunia pemasaran besifat nirlaba atau dapat berorientasi laba dengan faktor-faktor :

  • Pertumbuhan

ditinjau dari faktor internal maupun eksternal yang dipengaruhi oleh perubahan-perubahan, baik fundamental, incremental dan radikal dari nilai-nilai keinginan konsumen, serta persaingan yang ketat dalam kondisi yang mengandung ketidak-pastian dan penuh risiko.

  • Berfikir strategis

Adanya pemahaman tentang pentingnya faktor waktu, proses kontinu (siklus) dan interaktif (sekuens pembelajaran) dalam mengidentifikasi kegiatan yang menjanjikan ke depan yang berbasis pada pemetaan kemampuan (superioritas) yang dimiliki (SDA, SDM) dengan secara komprehensif memperhatikan faktor-faktor makro seperti sosial budaya, politi, ekonomi, fisk, dll. Serta faktor-faktor mikro seperti perusahaan, pelanggan (supplier), masyarakat, pesaing dan para pelanggan.

  • Manajemen strategi

identifikasi lingkungan Manajemen Strategik dalam implementasinya ditentukan oleh tahapan (internal dan eksternal), perumusan strategi, implementasi strategi, pemantauan dan evaluasi strategi. manajemen strategik diperlukan pernyataan-pernyataan yang terkait dengan penetapan visi dan misi serta tujuan (target/standar) sebagai jawaban terhadap pencanangan strategi yang telah disusun menurut tingkatannya (korporat, bisnis dan fungsional) yang didasarkan pada muatan, konsis-tensi dan keterpaduannya dari suatu kerangka kerja proses pengambilan keputusan organisasi untuk jangka panjang.

Dalam hal ini dibutuhkan laporan kegiatan (operasi, keuangan, penjualan dan aset), penilaian terhadap persaingan dan hal-hal yang mempengaruhi kegiatan operasional (area, unit dan proyek/ fungsi) dalam suatu organisasi atau perusahaan.