Contoh Identifikasi Data SMA Rimba Madya Bogor

Sampel data yang kami ambil untuk diidentifikasi adalah SMA Rimba Madya, yaitu terdiri dari :

  • Data yang digunakan di SMA Rimba Madya awalnya dengan menggunakan pendekatan yang berbasis berkas, yaitu perancangan sistem yang masih didasarkan pada kebutuhan individual (SMA Rimba Madya), bukan berdasarkan kebutuhan sekolah-sekolah di Bogor. Terdapat duplikasi data yaitu data yang sama terletak pada berbagai berkas atau arsip SMA Rimba Madya yang berisi tentang data guru-guru di SMA Rimba Madya, data murid SMA Rimba Madya, dll. Sehingga SMA Rimba Madya dapat dikatakan menggunakan basis data (database) untuk memudahkan aktivitas dalam memperoleh informasi dengan cara praktis dan efisien karena data yang ada berbeda-beda. Keuntungan data yang digunakan SMA Rimba Madya adalah :
  1. Dapat mengendalikan/mengurangi duplikasi data.
  2. Menjaga konsistensi dan integritas data sekolah tersebut.
  3. Memudahkan pemerolehan informasi yang lebih banyak dari data yang sama disebabkan data dari berbagai bagian dikumpulkan menjadi satu.
  4. Meningkatkan keamanan dari pihak luar.
  5. Memaksakan penerapan standar.
  6. Dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga, karena data yang digunakan dapat digunakan kembali selain menjadi arsip sekolah.
  7. Meningkatkan konkurensi (pemakai data oleh sejumlah data) tanpa menimbulkan masalah kehilangan data atau integritas.

Kelemahan data yang digunakan SMA Rimba Madya Bogor adalah :

  1. Biayanya mahal
  2. Memerlukan memori yang besar

Contoh data yang digunakan SMA Rimba Madya adalah Microsoft Access.

  • Data SMA Rimba Madya disimpan dalam media penyimpanan RAM (random-access memory) karena jenis memori yang isinya dapat diganti-ganti (diedit) selama komputer dihidupkan dan dapat mengingat data. Proses cara kerja RAM sangat cepat dan RAM bersifat volatile.
  • Cara penyimpanan dan cara akses data SMA Rimba Madya adalah dengan melengkapi komputer (PC) disekolah y ang terhubung dengan server , yang menyimpan data untuk memudahkan pengaksesan informasi. Server tersebut adalah ISP (internet service provider) agar memudahkan memperoleh informasi yang bersifat internal maupun eksternal. Internal yang berasal dari lingkungan sekolah Rimba itu sendiri dan eksternal yaitu yang berasal dari kompetitor data-data sekolah SMA di Bogor. Data tersebut dapat bersifat formal dan informal. Data formal diperoleh melalui sistem informasi, data-data didokumen (arsip) yang dipublikasikan, dan hasil pertemuan (rapat) dengan sekolah-sekolah lain se-SMA di Bogor. Sedangkan informal adalah rapat tertutup SMA Rimba Madya tersebut.
  • Data yang digunakan SMA Rimba Madya termasuk kedalam organisasi jenis data sequential yaitu organisasi data yang sifatnya berurutan. Media penyimpanan berkas sequential ada 2, yaitu :
  1. SASD, contoh : tape drive.
  2. DASD, contoh : magnetic disk

Proses pembuatan berkas sequential, yaitu dengan cara :

  1. Proses pembuatan data
  2. Proses perubahan data dalam bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin.
  3. Proses pengeditan data
  4. Proses pemeriksaan transaksi yang ditolak
  5. Proses penyortiran edit data

Contoh : data siswa baru, data nilai semesteran siswa, dll.

ada 3 jenis record dalam pembuatan laporan dalam berkas sequential, yaitu :

  1. Header record
    Dikenal sebagai Identifying Information.
  2. Detail Record
    Mencakup isi laporan data sekolah
  3. Footer Record
    Dikenal sebagai informasi ringkasan

STRUKTUR ORGANISASI DATA

Identifikasi Data SMA Rimba Madya Bogor

Nama Kelompok :

  • Albar Sugianto 10108162
  • Brian Alfian Maynardo 10108435
  • Fauzia Rahmah 10108783
  • Nia Fadila Rizki 11108414
  • Yosi alyosa

UNIVERSITAS GUNADARMA

PTA 2009/2010